|
" Friend With Benefit "
Dunia modern saat ini selalu saja menghasilkan generasi yang mencoba membuat sesuatu yang baru dari yang sudah ada. Product baru ini tentu merupakan modifikasi yang memberikan keunggulan keunggulan dari product yang lama. Kita bisa lihat betapa cepatnya perubahan di dunia eletronik. Satu peralatan eletronik dalam waktu singkat terasa usang dengan muncul generasi baru yang lebih canggih lagi. Ternyata bukan hanya technology saja yang mengalami perubahan. Hubungan manusia juga mengalami perubahan. Hububungan manusia yang terdefinisi sebagai, ¨persahabatan, perkawinan, pacaran dan hubungan sosial lainnya mengalami perubahan dan modifikasi di sana-sini untuk memberikan bentuk hubungan atau relasi yang akan memenuhi kebutuhan manusia tertentu sekarang ini. Salah satu yang sedang in saat ini adalah friend with benefit atau sering juga kita kenal dengan istilah open relationship. Buat orang yang kurang mengenal isitilah ini, atau masih mengartikan isitlah ini dengan yang lama akan terjadi kesalah pahaman. Kadang aku tertawa membaca status beberapa teman yang jelas-jelas tidak mempraktekan bentuk relationship ini dalam kehidupannya toch dalam profile fb-nya memilih status relasinya dengan open relationship atau friend with benefit. Friend with benefit pada dasarnya adalah bentuk open relationship yang mengijinkan kehadiran orang ke tiga atau ke 4 bahkan yang ke 10 dalam relasi mereka. Semacam pelegalisasian dari selingkuhan. Orang yang menerapkan friend with benefit ini, mengizinkan pasangannya untuk berhubungan dengan orang lain sesekali tanpa ada rasa cemburu atau marah. Bila anda berjumpa pasangan yang seperti ini. Jangan ragu untuk merayu salah satu dari mereka untuk berhubungan dengan anda sexually (secara sexual). Dan biasanya kehadiran orang ketiga dalam hubungan mereka, hanya berdasarkan sex. No string, one night stand or more. Sekali lagi just sex. Karena mereka tetap setia pada relasi mereka dengan pasangannya Kehadiran friend with benefit ini, sepertinya sebagai jawaban akan tidak diijinkannya polygamy atau pun polyamory dibanyak negara barat. Di samping itu. Manusia mencoba memisahkan antara hubungan perasaan dengan jasmani. Kemurnian cinta tidak boleh dicampur adukan dengan kebutuhan badan. Cinta adalah untuk human. Dan sex atau nafsu adalah bagian dari animal instinct yang ada dalam diri kita. Orang yang menerapkan bentuk hubungan ini, menerima kodrat manusia sebagai animal. Dimana tubuh akan bereaksi sexually terhadap hal-hal tertentu. Seperti kita bisa saja terangsang melihat sesuatu beautiful walking di depan kita saat kita sedang di café, atau di mall atau di mana saja. Tapi kita tidak bisa jatuh cinta setiap saat. Friend with benefit juga merupakan modifikasi dari polygamy atau pun polyamory. Manusia tidak bisa hanya memiliki satu pasangan saja. That´s our nature. Bedanya dalam polygamy, karena tuntutan moral yang ada kita harus menikah. Sementara dalam model barunya atau friend with benefit, tidak ada string dan keharusan. Ada sebahagian manusia yang dilahirkan dengan banyak sexual fantasi, atau juga memiliki impian akan pasangan ideal. Ironinya, satu pasangan ternyata tidak bisa memenuhi semua itu. Atau dengan kata lain cinta tidak bisa memilih. Tapi untuk memenuhi fantasi kita, kita dapat memilih. So.. you can love someone deeply and stay in long term relationship, but untuk memenuhi sexual fantasi you do it with everybody you like. Selain untuk hal di atas, friend with benefit kadang juga menghindari segala tetek–bengek dalam relationship. Seperti rasa cemburu, bertengkar, merasa dikhianati atau diduakan.dan juga sibuk main kucing-kucingan hanya untuk selingkuhan. Setiap orang yang ada dalam bentuk relasi ini feel free untuk mengejar atau pun berbuat dengan orang lain. Ada hal yang sedikit aneh dalam friend with benefit ini yaitu tidak diizinkannya melibatkan perasaan. Bila perasaan terlibat, maka pasangannya akan merasa terkhianati. You can give your body to anybody you like, but you can not or not allow, giving your heart to them. Karena hati dan cinta atau pun perasaan anda hanya untuk pasangan anda. Sesekali mungkin kita bisa berhubungan tanpa melibatkan perasaan dengan orang lain. Tapi dalam banyak kasus, perasaan pasti terlibat di dalamnya. Maka dari itu tidak semua orang bisa melakukan bentuk relationship ini. Disamping jealousy adalah bagian dari cinta itu sendiri. Menghadirkan orang ke tiga dalam relationship baik dengan alasan apa pun, tetap saja membuat hubungan itu menjadi terlalu ramai. Tidak semua orang sanggup dan mau berbagi. Lagi pula bila kita dalam relationship, ada semacam dignity yang diberikan oleh relationship itu pada kita sebagai manusia. Jika kita menjaga relationship itu dengan keutuhannya ada semacam rasa bangga dan merasa dimiliki dan memiliki. Dia menjadi exclusive dan membuat kita memiliki perasaan the only one that matter. Perasaan ini yang tidak bisa diberikan oleh relationship Friend with benefit. Secara jujur saya kurang sreg dengan open relationship atau friend with benefit ini. Tapi bila lihat pacar teman yang lebih bagus, ada juga rasa cemburu dan pingin memiliki atau merasakan bagai mana rasanya bersama pasangan teman kita itu. Kalau pacar saya, saya tidak mau bagi. Karena dia milik saya seorang. Disamping saya takut juga nanti dibanding-bandingkan. Bisa-bisa kecil hati nanti. |