Nunung Lubis

Ketika kehidupan mencapai 40 an, adalah saat yang tepat untuk memulai kehidupan yang sesungguhnya dengan mengembangkan social sensitivity and conssciousness. At 41, My new second life begins.

Nunung lubis info:
works at: Time and financial Freedom Home Business. Studied: English Linguistic Dept at University of North Sumatra, Lives: in Medan. Married to: Pangeran Cherry. From: Medan, Indonesia. Born on: May 11,1970

Nunung dalam rentang waktu:

               (1994)                             (1996)                             (1998)                               (1999)                                  (2010)                                (2011)            








Waktu tidak saja merubah kita secara fisik, tapi juga merubah kejiwaan kita. Waktu dalam kehidupan adalah proses buat kita manusia untuk menemukan siapa diri kita. Dari gadis pemalu dan kurang percaya diri, menjadi wanita yang mandiri dan berkarir, kemudian menjadi ibu, dewasa dan tumbuh kembali menjadi manusia dan wanita yang sadar diri. That´s nunung. Kisah hidupnya seperti bebek jelek yang kemudian berubah menjdai angsa yang indah. Tegar dan mandiri, serta pengasih.


Fb name: Nunung Lubis


Adventurist
the other side of Nunung




My family





Putri tercinta




Buku kunjungan

Untuk comment dan pendapat. click Here!

Bila anda ada komen atau pendapat tentang artikel ini, atau web ini, anda dapat menulisnya dalam buku kunjungan ini dengan mengklik ini: Terima kasih akan kunjungan anda.





Previous edition
edisi pertama
edisi kedua
edisi ketiga
edisi keempat








Kembali ke:
  • main menu.
  • Jalan Tak selalu indah
  • Asri & Lestari
  • Artikel/opini
  • Kanak-kanak
  • Bunga







  • Copyright ©: 2011. Achilles Pohan

    Inilah Nunung dan beberapa fase dalam perjalan hidupnya

    Orang yang sedikit lugu, pasti akan menemukan there is more fun in life than ever kalau mereka berteman dengan Nunung. Wanita yang percaya akan kata bijak bahwa kehidupan dimulai saat usia 40-an. Memiliki dry humor yang akan me-mix up antara reality dan humor sehingga keluguan anda akan membuat suasana makin ramai. Karena mereka akan tertawa menghadapi kenyataan yang menjadi joke, dan joke yang kemungkinan akan menjadi kenyataan. Mengajak Nunung dalam perjalanan jauh Medan-Prapat akan membuat suasana menjadi such fun. Bukan itu saja, let her organize that trip. Segalanya akan berjalan dengan lancar.

    Itu lah bagian dari kelebihan yang dimiliki Nunung. Organisasi, disiplin, dan tentu saja tanggung jawab serta otoritas yang mengagumkan. Sohib-sohib yang mengenal Nunung pasti tahu akan aura leadership yang dimiliki Nunung. It was not for nothing kalau Nunung di masa kuliahnya dulu menduduki posisi ketua ikatan mahasiswa jurusan. Kemampuannya berteman dan berorganisasi serta karakternya yang mandiri membuat teman-temannya akan selalu mendukungnya

    Sedikit penjelasan Nunung tentang leadership yang dimilikinya
    “My leadership, Hmm flourish in my Golden time. Saat aku menikmati dunia kampus. Dunia dan masa dimana aku menemukan bagian diriku yang lain. Aku merasa seperti spora yang menemukan right place to grow”. Kata Nunung mengingat masa kuliahnya dulu di fak sastra inggris USU. “ you know, when we were young we just followed the life, seperti daun yang hanyut terbawa arus. Mungkin itu bagian dari proses pertumbuhan kita untuk menjadi dewasa. Lalu ada moment buat kita untuk melihat kehidupan ini tidak lagi seperti daun yang hanyut . Tetapi menjadi sesuatu yang mencoba berdamai dengan arus atau paling tidak bisa menentukan kemana kita akan pergi. Cita-cita dan impian dapat kita jadikan penunjuk arah ke mana kita akan pergi. Aku bersyukur karena aku bisa menemukan itu dimasa kuliah dulu. Hal yang aku tahu saat itu adalah: memberi kesempatan buat diriku untuk membuka diri akan segala hal yang baru. Dan aku bersyukur. "I did it".

    Yes she did.
    Sohib-sohibnya dimasa kuliah pasti mengenal nunung dengan baik. Lebih dari pada itu, mereka memberikan kesempatan serta dukungan buat Nunung untuk menjadi ketua ikatan mahasiswa jurusan. Gadis yang berbintang Taurus dan pengemar warna hijau ini, saat itu baru saja membuka dirinya dari “Shell” yang selama itu menutup dirinya. Shell yang menjadi tameng untuk melindungi dirinya dari rasa kecewa dan rendah diri akan kehidupan yang dimilikinya. Begitu shell itu terbuka, Nunung melihat bahwa the world is not just home, books and work anymore, but fun too. Ada banyak hal yang masih harus ditemukan saat itu. Mostly, there is another Nunung in her. Nunung yang adventurist, nunung yang ramah dan suka bercerita, nunung yang rela bergadang bersama teman-temannya dan less serious. And the world look bigger than before. Dunia yang baru ini kemudian beberapa saat menenggelamkan nunung dalam kesibukan yang meng-asyikan hingga hampir lupa akan bagian penting dalam hidup ini LOVE. Ya hanya lupa dikit, tapi tidak terlambat

    Keasyikan mengenmbangkan diri,buat kita kadang merasa terhalang oleh usia. Tapi buat Nunung waktu bukanlah halangan.
    “It is not the years of your life that count, but the life in your years.” That quotation, I like it very much. Kalau kita melihat umur mungkin untuk jumlah number tertentu kita merasa tidak ada lagi kehidupan. Tapi buat ku,setiap tahun yang akan kulewati selalu ada kehidupan. I will make sure for that. Aku bukan guru yang dapat memberikan arti kehidupan buat semua orang, karena aku sendiri mengerti akan kehidupan setelah aku berumur 40. Menurut pendapatku kehidupan itu dimulai bila kita merasa bahwa kehidupan yang kita jalani adalah milik kita. Baik dengan segala hal yang ada di dalamnya. Sedih duka, gembira, kecewa, dengan kelebihan mau pun kekurangannya. Meskipun terdengar klise, namun kata “ bersyukur” dengan semua yang kita dapat dalam kehidupan kita, akan memberikan kebahagiaan tersendiri dalam menjalani kehidupan ini. Bad or good that is your life. Take all of it and make something good of it. Paling tidak untuk diri kita sendiri dan semoga bisa memberikan manfaat bagi orang di sekitar kita.

    Bad or good selalu saja ada dan terjadi dalam kehidupan kita. Bisakah kita memilih dalam kehidupan kita?
    The point is, kita tidak bisa menentukan apa yang terjadi dalam perjalanan hidup kita. Tapi kita bisa menentukan kemana kita akan pergi. Paling tidak itulah salah satu yang kudapat dari kehidupanku selama ini.Aku tidak tahu kalau aku harus tak berayah dalam usia kanak-kanak. Kepergian ayah tercinta seperti sad movie yang aku saksikan saat masih kecil. Orang mengucapkan duka serta sedikit menangis dan pergi. Tapi hidup tanpa ayah adalah sesuatu yang real buatku. Ada kekecewaan di sana yang membuatku sedikit rendah diri dan menutup diri. Lucky me Aku punya ibu yang tanggap dari suasana yang limbung. Ibuku yang tanpa sadar mengajarkan bahwa menangisi nasib will bring us no where. Tapi menentukan arah kemana kita akan pergi will bring us somewhere. Dus.. persiapkan segala hal yang kita miliki untuk menuju sesuatu. What I had in that time was my brain. Naturally I had to use it. Work harder and studied harder. I knew my direction. The best was my direction.

    Bila kita tahu kemana kita akan pergi, dan kita akan membawa kehidupan kita kesana. Tapi kapan kita akan merasa kehidupan yang kita bawa adalah kehidupan kita?
    Memang butuh waktu untuk merasa memiliki kehidupan yang kita miliki. Tapi bila kita mengambil sedikit waktu untuk melihatnya, maka kita akan bisa menguasai kehidupan ini dengan baik. Aku sendiri baru melihat kehidupan ini saat aku mamasuki usia 40. That´s it. Saat aku punya waktu untuk melihat ke belakang kekehidupan yang telah kujalani. I want to be a master of my life. Take control of it dan hidup dalam setiap detik yang ada.

    Pada usia 41 aku merasa aku memulai kehidupan kedua ku. Saat dimana aku dapat berkata pada kehidupan “Bring on life. I am ready. What so ever you bring to my path. I am ready to face it. Coz this is a new Nunung”.

    Memang terkesan gagah bila kita bisa mengucapkan hal yang demikian pada kehidupan. But I think we should say it to the life kalau kita mau menjadi master dari kehidupan kita. Mungkin itu yang membuatku sedikit sulit untuk berhadapan dengan orang yang cengeng dan selalu mengatakan tidak bisa. Ada banyak yang kita tidak bisa dalam kehidupan ini, tapi ada banyak juga yang kita bisa. Kehidupan secara alam mengajarkanku untuk memulai dari hal hal yang aku bisa. And I did.

    Waku kecil, aku orangnya rada introvert, mudah rendah diri dan merasa sedikit kecewa. Mungkin itu reaksi yang alami yang terjadi buat kanak-kanak yang kehilangan bapaknya dalam usia kanak-kanak. Apa lagi sejak kecil aku sangat dekat dengan bapakku dan mengidolakan sosok bapak. Mungkin karena aku tidak mempunyai saudara laki-laki. Tidak tahu harus bagaimana bergaul dengan rasa duka, dan kemudian dihadapkan pada kenyataan bahwa kehidupan harus terus berjalan. Kepergian ayahku membuat kami seperti tertinggal di island of amazone where no man, just me and 3 other sisters and my mother. Sepertinya dalam usia muda kehidupan sudah mengharuskan kami to be tough. No man or woman work. Setiap pekerjaan harus dikerjakan. Kalau aku melihat bagaimana ibuku membesarkan 4 anak perempuannya sendirian, maka aku tahu, dalam kehidupan tidak ada waktu untuk menyesali nasib. Take the way it is, make it the best of it.

    Bila kehidupan telah mengajarkan kita banyak hal. Adakah hal yang dapat kita katakan satu atau dua hal adalah pemberian kehidupan buat kita?
    Ada satu hal yang penting dari pelajaran hidup yang mungkin akan kuturunkan buat anak-anakku nantinya, bahwa life will treats you kind if you work for it. Dalam ketertutupanku dan usaha menutupi kekecewaanku, aku menenggelamkan diri dalam belajar dan juga membaca. I didn´t know what to do coz all I have just my brain. I got something back when I used it. I got friends, jadi juara kelas dan aku bisa menjadi guru les bahasa inggris dalam saat memasuki SMA. Aku bisa mengambil tanggung jawab dan mandiri, walau pun akibatnya aku kekurangan waktu untuk bergaul. But it was ok, There is no free lunch in life.

    And now here I am. At age 41 , a mother and a wife, mostly a woman. Saat ini aku menjalankan kehidupan yang beda dengan ibuku. Di sampingku masih ada suami yang mendampingiku. Sepertinya kehidupan tidak sesulit yang dijalani ibuku. Aku sadar bahwa segala yang aku miliki sekarang bisa saja berubah. Tapi aku sudah siap untuk itu. Aku punya guru yang telah mengajarkanku untuk survive,. Maka bila aku melihat anak-anaku sekarang, aku melakukan apa yang dilakukan ibuku dulu saat dia mengajarku, tentu saja dengan sedikit penyesuaian dan improvement sesuai dengan perkembangan dan tantangan zaman yang ada.

    I will life in all my years. Walau sudah memasuki usia 40 an, I still dare to have dreams. Aku selalu percaya, bahwa kehidupan akan selalu memberikan kita waktu untuk mewujudkannya. Mungkin tidak aku yang memujudkannya tapi orang lain. Makanya aku suka menceritakan harapkan dan impianku pada anak-anakku. Aku sering menanamkan kepada anak-anakku tentang tujuan hidupku. untuk berarti dan berguna bagi orang lain.That´s the life for. I want they do the same. Satu hal lagi yang secara strict aku tanamkan pada anak-anakku Kejujuran adalah hal yang paling utama dalam menjalani kehidupan ini. Dan jangan pernah takut untuk berkata benar.

    Di usia ku yang sudah berkepala 4 ini, aku sudah mulai memasuki era mencari “kepuasan bathin “ dengan membantu orang lain. Dalam rangka memperoleh tahap itu, saat ini disela-sela kesibukan ku, aku menyempatkan diri untuk menjadi sukarelawan di YOAM (Yayasan Onkologi Anak Medan) yang tugasnya memberikan pendampingan kepada anak-2 dan keluarga dari anak-anak yang menderita penyakit kanker dan kelainan darah. Dengan membantu serta menghibur anak-anak yang menderita penyakit yang mematikan ini, aku sungguh-sungguh dapat bersyukur telah dikarunia anak-anak yang sehat.

    Akhirnya, di usia ku yg 41 tahun ini, aku juga sudah menemukan kepekaan sosial dalam diriku yang selama ini lebih didominasi oleh rasa ego dan keindividualitas yang relatif cukup besar. Ku harap, perubahan yang terjadi padaku saat ini, juga akan membawaku kea rah impian yang selama ini selalu menjadi force( tenaga dorongan ) buatku.yaitu “Dapat berbagi dan berguna bagi orang lain”. Aku ingin hidupku berguna. That´s it.