![]() | ![]() |
Nunung lubis info:
works at: Time and financial Freedom Home Business. Studied: English Linguistic Dept at University of North Sumatra,
Lives: in Medan. Married to: Pangeran Cherry. From: Medan, Indonesia. Born on: May 11,1970
|
|
![]() |
![]() |
![]() |
|
![]() |
![]() |
|
![]() |
|
Fb name: Nunung Lubis ![]() Adventurist the other side of Nunung ![]() My family ![]() Putri tercinta
Copyright ©: 2011. Achilles Pohan |
Inilah Nunung dan beberapa fase dalam perjalan hidupnya Orang yang sedikit lugu, pasti akan menemukan there is more fun in life than ever kalau mereka berteman dengan Nunung. Wanita yang percaya akan kata bijak bahwa kehidupan dimulai saat usia 40-an. Memiliki dry humor yang akan me-mix up antara reality dan humor sehingga keluguan anda akan membuat suasana makin ramai. Karena mereka akan tertawa menghadapi kenyataan yang menjadi joke, dan joke yang kemungkinan akan menjadi kenyataan. Mengajak Nunung dalam perjalanan jauh Medan-Prapat akan membuat suasana menjadi such fun. Bukan itu saja, let her organize that trip. Segalanya akan berjalan dengan lancar. Itu lah bagian dari kelebihan yang dimiliki Nunung. Organisasi, disiplin, dan tentu saja tanggung jawab serta otoritas yang mengagumkan. Sohib-sohib yang mengenal Nunung pasti tahu akan aura leadership yang dimiliki Nunung. It was not for nothing kalau Nunung di masa kuliahnya dulu menduduki posisi ketua ikatan mahasiswa jurusan. Kemampuannya berteman dan berorganisasi serta karakternya yang mandiri membuat teman-temannya akan selalu mendukungnya Sedikit penjelasan Nunung tentang leadership yang dimilikinya Yes she did. Keasyikan mengenmbangkan diri,buat kita kadang merasa terhalang oleh usia. Tapi buat Nunung waktu bukanlah halangan. Bad or good selalu saja ada dan terjadi dalam kehidupan kita. Bisakah kita memilih dalam kehidupan kita? Bila kita tahu kemana kita akan pergi, dan kita akan membawa kehidupan kita kesana.
Tapi kapan kita akan merasa kehidupan yang kita bawa adalah kehidupan kita? Memang terkesan gagah bila kita bisa mengucapkan hal yang demikian pada kehidupan. But I think we should say it to the life kalau kita mau menjadi master dari kehidupan kita. Mungkin itu yang membuatku sedikit sulit untuk berhadapan dengan orang yang cengeng dan selalu mengatakan tidak bisa. Ada banyak yang kita tidak bisa dalam kehidupan ini, tapi ada banyak juga yang kita bisa. Kehidupan secara alam mengajarkanku untuk memulai dari hal hal yang aku bisa. And I did. Waku kecil, aku orangnya rada introvert, mudah rendah diri dan merasa sedikit kecewa. Mungkin itu reaksi yang alami yang terjadi buat kanak-kanak yang kehilangan bapaknya dalam usia kanak-kanak. Apa lagi sejak kecil aku sangat dekat dengan bapakku dan mengidolakan sosok bapak. Mungkin karena aku tidak mempunyai saudara laki-laki. Tidak tahu harus bagaimana bergaul dengan rasa duka, dan kemudian dihadapkan pada kenyataan bahwa kehidupan harus terus berjalan. Kepergian ayahku membuat kami seperti tertinggal di island of amazone where no man, just me and 3 other sisters and my mother. Sepertinya dalam usia muda kehidupan sudah mengharuskan kami to be tough. No man or woman work. Setiap pekerjaan harus dikerjakan. Kalau aku melihat bagaimana ibuku membesarkan 4 anak perempuannya sendirian, maka aku tahu, dalam kehidupan tidak ada waktu untuk menyesali nasib. Take the way it is, make it the best of it. Bila kehidupan telah mengajarkan kita banyak hal. Adakah hal yang dapat kita katakan satu atau dua hal adalah pemberian kehidupan buat kita? And now here I am. At age 41 , a mother and a wife, mostly a woman. Saat ini aku menjalankan kehidupan yang beda dengan ibuku. Di sampingku masih ada suami yang mendampingiku. Sepertinya kehidupan tidak sesulit yang dijalani ibuku. Aku sadar bahwa segala yang aku miliki sekarang bisa saja berubah. Tapi aku sudah siap untuk itu. Aku punya guru yang telah mengajarkanku untuk survive,. Maka bila aku melihat anak-anaku sekarang, aku melakukan apa yang dilakukan ibuku dulu saat dia mengajarku, tentu saja dengan sedikit penyesuaian dan improvement sesuai dengan perkembangan dan tantangan zaman yang ada. I will life in all my years. Walau sudah memasuki usia 40 an, I still dare to have dreams. Aku selalu percaya, bahwa kehidupan akan selalu memberikan kita waktu untuk mewujudkannya. Mungkin tidak aku yang memujudkannya tapi orang lain. Makanya aku suka menceritakan harapkan dan impianku pada anak-anakku. Aku sering menanamkan kepada anak-anakku tentang tujuan hidupku. untuk berarti dan berguna bagi orang lain.That´s the life for. I want they do the same. Satu hal lagi yang secara strict aku tanamkan pada anak-anakku Kejujuran adalah hal yang paling utama dalam menjalani kehidupan ini. Dan jangan pernah takut untuk berkata benar. Di usia ku yang sudah berkepala 4 ini, aku sudah mulai memasuki era mencari “kepuasan bathin “ dengan membantu orang lain. Dalam rangka memperoleh tahap itu, saat ini disela-sela kesibukan ku, aku menyempatkan diri untuk menjadi sukarelawan di YOAM (Yayasan Onkologi Anak Medan) yang tugasnya memberikan pendampingan kepada anak-2 dan keluarga dari anak-anak yang menderita penyakit kanker dan kelainan darah. Dengan membantu serta menghibur anak-anak yang menderita penyakit yang mematikan ini, aku sungguh-sungguh dapat bersyukur telah dikarunia anak-anak yang sehat. Akhirnya, di usia ku yg 41 tahun ini, aku juga sudah menemukan kepekaan sosial dalam diriku yang selama ini lebih didominasi oleh rasa ego dan keindividualitas yang relatif cukup besar. Ku harap, perubahan yang terjadi padaku saat ini, juga akan membawaku kea rah impian yang selama ini selalu menjadi force( tenaga dorongan ) buatku.yaitu “Dapat berbagi dan berguna bagi orang lain”. Aku ingin hidupku berguna. That´s it. |